Translate

Rabu, 07 Maret 2018

Surat buat Rere



Surat Untuk Anakku.

Depok, 12 April 2017

Nak, mungkin hanya melalui tulisan ini mama bercerita betapa hancurnya mama saat kamu bilang kamu ga mau sekolah dan ga mau kembali kemama. Kamu ga akan pernah bisa membayangkan betapa tercekatnya tenggorokan mama dan airmata berlahan jatuh membasahi pipi mama. Kalimat-kalimat yang kamu ucapkan ke tetehmu makin membuat mama sakit hati.
Nak, mungkin ini kesalahan mama karena tidak bersama kamu sejak kamu kecil, mungkin kesalahan mama tidak mengawal dan menjaga kamu saat kamu kecil. Sehingga sifat dan kelakuan kamu menjadi sangat egois dan tidak pernah merasa salah. Kamu hanyabisa meyalahkan orang lain, menyalahkan ayahmu, menyalahkan mamamu, menyalahkan tetehmu, menyalahkan adek2mu. Kamu ga pernah merasa kamu salah.
Jika kamu seperti itu, mama pasti menyalahkan ayahmu yang telah membawa kamu sejak kamu kecil dan menghilang begitu saja tampa mama tahu keberadaaanmu. Mama pasti akan menyalahkan ayahmu saat ayahmu bilang bahwa dia akan ajak kamu dan teteh jalan2 dan akan kembalikan kamu setelah beberapa hari. Mama pasti akan salahin ayahmu yang ternyata tidak pernah mengembalikan kamu kepangkuan mama. Sejak umur 4 tahun, mama sudah merasa gagal menjadi ibu karena mama tidak bersama kamu dan teteh, mama sudaah merasa bukan ibu yang baik bahkan seluruh duniapun beranggapan demikian. Mereka menilai karena setelah perpisahan bukan mama yang bersama kalian tapi ayahlah yang bersama kalian.  Mama juga tau kamu mneyalahkan mama atas semua yang terjadi,kamu dengan mudah didoktrin ayahmu untuk membenci mama d an tidak butuh mama.Bertahun-tahun nak, mama berusaha memahami itu nak, mama menunggu kamu besar agar kamu mengerti posisi mama dan bukan mama tidak mencari kamu tapi mama ga taukeberadaan kamu. Ayahmu membawa kamu dan teteh dan menghilang. Saat itu yg mama rasaian hanya hancur dan sedih nak, hati ibu mana yang ga akan hancur karena ga bs ketemu anak –anak yang dilahirkannya bahkan tidak bisa melihat setiap perkembangan kalian dari kecil.
Tapi demi Allah, bukan itu yang mama mau. Saat itu disaat mama sangat rapuh akibat perceraian dan saat mama lega karena telah berpisah dengan ayahmu yang sangat egois dan kasar  Mama tersaiti secara psikologis nak, bukan siksaan fisik tapi siksaan batin. Setipa hari harus menelan sakit di maki, dikatain sundal dan selalu bilang mama bukan ibu yang pantas buat kalian.  Mama selalu berusaha tahan dengan ayah kalian walaupun ayah kalian tidak pernah berubah baik sikap maupun kelakuaan masih seperti blm menikah. Setelah pisah,  mama masih berusaha berhubungan baik dengan ayahmu, mama mengijinkan kamu dibawa ayahmu saat itu. Ternyata, keputusan mama membuat perubahan besar dalam hidup kamu, kamu tumbuh tampa kasih sayang mama dan perhatian mama.
Bertahun-tahun mama pasrah karena tidak bisa bertemu dengan kamu dan teteh sampai suatu saat ayahmu telpon dan bilang kalau kalian mau bertemu mamah. Mamah sangat bahagia nak, mama sujud syukur karena doa mama terkabul dan itu setelah 2,5 tahun perpisahan mama dan ayahmu.
Dan keajaiban selanjutnya saat kamu bilang kamu mau sekolah bener dan tinggal sama mama. Mama bahagia nak, sangat bahagia karena akhirnya setelah menunggu bertahun-tahun, mama bisa kumpul dengan kalian.
Tapi kebahagiaan mama ga bertahan lama, hanya 4 bulan nak kamu bertahan sekolah. TIba-tiba kamupergi dan setelah hampir 2 minggu, kamu dengan santai bilang ga mau sekolah dan ga mau tinggal di mama. Ya Allah nak, sungguh suatu kejutan yang menyakitkan, airmata mama kembali tumpah untuk kesekian kalinya. Sakit hati mama seperti diiris-iris dan mama bahkan tidak bisa berkata apa2.  Mama ga pernah tau apa alasan kamu ga mau sekolah. Dengan santai kamu bilang ke tetehmu bahwa kamu mau ikutan paket lagi. Bahwa kamu ga suka diomelin, bahwa kamu ga suka disalahin bahwa kamu ga suka diatur. Sakit hati mama masih terasa sampai saat ini mama menulis ini buat kamu. Mama masih sulit menjelaskan perasaan mama. Masih ada yang terasa sakit setiap mama inget kamu nak, mama ga tau sampe kapan tapi perasaan ini selalu muncul.
Saat ini, mama selalu mendengar kabar kamu dari teteh yg kadang maen ke bogor. Hal pertama yg mama tanyain adalah,apakah kamu sekolah? Dan jawabannya sudah bisa ditebak akan sangat mengecewakan mama. Kamu kembali lagi kekhidupan kamu sebelumnya, luntang lantung ga jelas dan ga sekolah. Ya Allah Nak, mama hanya bs mengelus dada, mama heran kenapa ayah kamu biasa aja menanggapi hal itu. Ayah kamu menganggap itu bukan masalah besar. Tapi rasa sakit mama selalu keinget nak, sampai saat ini meski mama kecewa kamu ga sekolah tapi itu adalah pilihan kamu nak, kamu laki2 dan kamu harus tahu risikonya. Semoga saja kamu berubah nak, mama selalu mendoakan kamu meski mama tidak bersamamu.