Surat
Untuk Anakku.
Depok,
12 April 2017
Nak,
mungkin hanya melalui tulisan ini mama bercerita betapa hancurnya mama saat
kamu bilang kamu ga mau sekolah dan ga mau kembali kemama. Kamu ga akan pernah
bisa membayangkan betapa tercekatnya tenggorokan mama dan airmata berlahan
jatuh membasahi pipi mama. Kalimat-kalimat yang kamu ucapkan ke tetehmu makin
membuat mama sakit hati.
Nak,
mungkin ini kesalahan mama karena tidak bersama kamu sejak kamu kecil, mungkin
kesalahan mama tidak mengawal dan menjaga kamu saat kamu kecil. Sehingga sifat
dan kelakuan kamu menjadi sangat egois dan tidak pernah merasa salah. Kamu
hanyabisa meyalahkan orang lain, menyalahkan ayahmu, menyalahkan mamamu,
menyalahkan tetehmu, menyalahkan adek2mu. Kamu ga pernah merasa kamu salah.
Jika
kamu seperti itu, mama pasti menyalahkan ayahmu yang telah membawa kamu sejak
kamu kecil dan menghilang begitu saja tampa mama tahu keberadaaanmu. Mama pasti
akan menyalahkan ayahmu saat ayahmu bilang bahwa dia akan ajak kamu dan teteh
jalan2 dan akan kembalikan kamu setelah beberapa hari. Mama pasti akan salahin
ayahmu yang ternyata tidak pernah mengembalikan kamu kepangkuan mama. Sejak
umur 4 tahun, mama sudah merasa gagal menjadi ibu karena mama tidak bersama
kamu dan teteh, mama sudaah merasa bukan ibu yang baik bahkan seluruh duniapun
beranggapan demikian. Mereka menilai karena setelah perpisahan bukan mama yang
bersama kalian tapi ayahlah yang bersama kalian. Mama juga tau kamu mneyalahkan mama atas semua
yang terjadi,kamu dengan mudah didoktrin ayahmu untuk membenci mama d an tidak
butuh mama.Bertahun-tahun nak, mama berusaha memahami itu nak, mama menunggu
kamu besar agar kamu mengerti posisi mama dan bukan mama tidak mencari kamu
tapi mama ga taukeberadaan kamu. Ayahmu membawa kamu dan teteh dan menghilang.
Saat itu yg mama rasaian hanya hancur dan sedih nak, hati ibu mana yang ga akan
hancur karena ga bs ketemu anak –anak yang dilahirkannya bahkan tidak bisa
melihat setiap perkembangan kalian dari kecil.
Tapi
demi Allah, bukan itu yang mama mau. Saat itu disaat mama sangat rapuh akibat
perceraian dan saat mama lega karena telah berpisah dengan ayahmu yang sangat
egois dan kasar Mama tersaiti secara
psikologis nak, bukan siksaan fisik tapi siksaan batin. Setipa hari harus
menelan sakit di maki, dikatain sundal dan selalu bilang mama bukan ibu yang
pantas buat kalian. Mama selalu berusaha
tahan dengan ayah kalian walaupun ayah kalian tidak pernah berubah baik sikap
maupun kelakuaan masih seperti blm menikah. Setelah pisah, mama masih berusaha berhubungan baik dengan
ayahmu, mama mengijinkan kamu dibawa ayahmu saat itu. Ternyata, keputusan mama
membuat perubahan besar dalam hidup kamu, kamu tumbuh tampa kasih sayang mama
dan perhatian mama.
Bertahun-tahun
mama pasrah karena tidak bisa bertemu dengan kamu dan teteh sampai suatu saat
ayahmu telpon dan bilang kalau kalian mau bertemu mamah. Mamah sangat bahagia
nak, mama sujud syukur karena doa mama terkabul dan itu setelah 2,5 tahun
perpisahan mama dan ayahmu.
Dan
keajaiban selanjutnya saat kamu bilang kamu mau sekolah bener dan tinggal sama
mama. Mama bahagia nak, sangat bahagia karena akhirnya setelah menunggu
bertahun-tahun, mama bisa kumpul dengan kalian.
Tapi
kebahagiaan mama ga bertahan lama, hanya 4 bulan nak kamu bertahan sekolah.
TIba-tiba kamupergi dan setelah hampir 2 minggu, kamu dengan santai bilang ga
mau sekolah dan ga mau tinggal di mama. Ya Allah nak, sungguh suatu kejutan
yang menyakitkan, airmata mama kembali tumpah untuk kesekian kalinya. Sakit
hati mama seperti diiris-iris dan mama bahkan tidak bisa berkata apa2. Mama ga pernah tau apa alasan kamu ga mau
sekolah. Dengan santai kamu bilang ke tetehmu bahwa kamu mau ikutan paket lagi.
Bahwa kamu ga suka diomelin, bahwa kamu ga suka disalahin bahwa kamu ga suka
diatur. Sakit hati mama masih terasa sampai saat ini mama menulis ini buat kamu.
Mama masih sulit menjelaskan perasaan mama. Masih ada yang terasa sakit setiap
mama inget kamu nak, mama ga tau sampe kapan tapi perasaan ini selalu muncul.
Saat
ini, mama selalu mendengar kabar kamu dari teteh yg kadang maen ke bogor. Hal
pertama yg mama tanyain adalah,apakah kamu sekolah? Dan jawabannya sudah bisa
ditebak akan sangat mengecewakan mama. Kamu kembali lagi kekhidupan kamu
sebelumnya, luntang lantung ga jelas dan ga sekolah. Ya Allah Nak, mama hanya
bs mengelus dada, mama heran kenapa ayah kamu biasa aja menanggapi hal itu.
Ayah kamu menganggap itu bukan masalah besar. Tapi rasa sakit mama selalu
keinget nak, sampai saat ini meski mama kecewa kamu ga sekolah tapi itu adalah
pilihan kamu nak, kamu laki2 dan kamu harus tahu risikonya. Semoga saja kamu
berubah nak, mama selalu mendoakan kamu meski mama tidak bersamamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar